Make your own free website on Tripod.com

Assalammua'laikum Warahmatullahi Wabarakatuh ... Jazakallah

Islamiah

"Khabarkan Kepadaku Apa Itu Ihsan?"
- Md. Faizal 

"Khabarkan kepadaku apa itu ihsan?"

    Sholat yang khusyuk dapat diartikan sholat yang sempurna lahir dan batin. Ketika jasad menghadap Allah, hati juga menghadap Allah. Ketika jasad tunduk menyembah Allah, hati juga tunduk menyembah Allah. Ketika mulut menyebut ‘Allahu Akbar’, hati juga mengaku Allah Maha Besar. Ketika jasad sujud menghina diri, hati juga menyungkur menghina diri. Dan ketika mulut memuji, mengagungkan dan berdoa pada Allah, hati juga memuja, merintih dan tenggelam dalam penyerahan diri pada Allah. Telah bertanya Jibril kepada Nabi s.a.w.:

        "Khabarkan kepadaku apa itu ihsan?" Dijawab baginda, "Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika tidak, yakinlah bahwa ia melihat engkau." 
(Riwayat Muslim)

    Kalaulah sholat itu dapat dihayati, sebagaimana yang dianjurkan di atas, kesannya akan cukup besar pada jiwa manusia. Iman akan bertambah di samping bertambahnya rasa tawakal, syukur, redha, sabar, dan sifat mahmudah yang lain. Cukuplah sedikit raka’atnya asalkan khusyuk daripada banyak tetapi lalai. Sebab yang menjadi tujuan ibadah itu adalah lahirnya iman dan akhlak manusia. Kalau banyak rakaatnya tetapi dikerjakan dengan hati yang lalai, maka bukan saja iman dan akhlak tidak bertambah malah akan menjadi sia-sia. Mungkin Allah berikan juga pahalanya tetapi banggakah kita kalau perniagaan yang kita buat hanya mengembalikan modal, tidak untung sama sekali? Sholat yang lalai tidak akan menambah iman dan menguatkan jiwa sebaliknya akan meletihkan badan saja.

    Di Padang Mahsyar nanti, Allah akan memanggil manusia yang sholat untuk diperiksa sholatnya. Waktu itu sholat akan dikategorikan pada lima peringkat:

1. Sholat orang jahil,
2. Sholat orang lalai,
3. Sholat orang yang separuh lalai separuh khusyuk.,
4. Sholat orang khusyuk,
5. Sholat nabi-nabi dan rasul.

    Sholat orang jahil adalah sholat yang dilakukan oleh orang yang tidak memiliki ilmu tentang sholat. Dia tidak tahu rukun dan sunat serta tanpa peraturan yang telah ditetapkan syariat. Karena itu sejak awal sholatnya ditolak bahkan ia berdosa karena tidak belajar.

    Sholat orang lalai adalah sholat yang sempurna lahirnya tetapi hatinya sama sekali tidak hadir dalam sholat. Bermacam-macam perkara yang diingat sewaktu berdiri, rukuk, sujud dan duduk dalam sholatnya itu. Dari awal hingga akhir sholat tidak sedikit pun mengingat Allah. Sholat seperti itu akan diganjar dengan dosa, bukan pahala.

Allah berfirman:
        "Neraka Wail bagi orang yang shalat. Yang mereka itu lalai dalam sholatnya."
(Al Maa'un: 4 & 5) 

    Sholat yang ketiga adalah di dalam sholatnya terjadi tarik-menarik dengan syaitan. Maknanya orang itu senantiasa berjaga, bila syaitan mulai melalaikannya dari Allah, cepat-cepat dikembalikan ingatannya pada Allah. Begitulah terjadi hingga akhir sholat. Ada waktu lalai, ada waktu khusyuk. Sholat seperti itu tidak berdosa tetapi tidak juga berpahala. Cuma dimaafkan oleh Allah.

    Sholat orang yang khusyuk adalah sholat orang yang sepanjang sholatnya penuh ingatan pada Allah dan pada apa yang dibacanya dalam sholat. Orang itu dapat merasakan bahawa dia sedang menghadap Allah. Karena itu perhatiannya hanya pada Allah, memohon ampun pada Allah, berdoa pada Allah, menghina diri pada Allah dan mengagungkan Allah. Sholat seperti itulah yang akan menghapus dosa, memperbaharui ikrar, menguatkan iman, mendekatkan hati pada Allah, meningkatkan takwa dan mengelakkan diri dari perbuatan keji dan mungkar. Itulah keuntungan di dunia, dan di Akhirat Allah anugerahkan pahala dan Syurga yang penuh kenikmatan.

    Sholat yang kelima adalah peringkat tertinggi yaitu sholat para nabi dan rasul. Mereka itu luar biasa khusyuknya. Mereka benar-benar melihat Allah dengan mata hati, sebab itu sholat mereka seakan-akan berbincang-bincang dengan Allah. Karena itu mereka tidak pernah jemu. Seperti indahnya perasaan hati orang yang bertemu kekasihnya, begitulah indahnya perasaan mereka dalam sholat.

    Salah satu hal yang disukai Rasulullah, sebagaimana sabda Baginda;  “Sholat penyejuk mataku.”

    Syurga yang akan Allah anugerahkan kepada mereka adalah Syurga tertinggi yang tidak tercapai oleh orang-orang awam seperti kita.


Wallahu'alam

- Md. Faizal 

Islamiah | Musafir Ikhlas` | Sastera Melayu