Make your own free website on Tripod.com

Assalammua'laikum Warahmatullahi Wabarakatuh ... Jazakallah

Islamiah

Puasa Hari Asyura
- Teddy Surya Gunawan
NTUMS

Keutamaan Puasa Hari Asyura
(Hari Kesepuluh Bulan Muharram)


    Dengan nama Allah, dan segala puji dan syukur hanya milik Allah serta Shalawat dan salam atas Rasulullah s.a.w, dan atas keluarganya serta seluruh sahabatnya. Selanjutnya :

    Hari Asyura mempunyai keutamaan yang agung dan kehormatan yang sudah lama. Puasa pada hari itu dikarenakan oleh keutamaannya sudah masyhur dikalangan para nabi Alaihi shalatu was sallam. Rasulullah s.aw. bersabda :

        "Barang siapa puasa satu hari di jalan Allah, Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sepanjang tujuh puluh musim."(H.R Bukhari dan Muslim).

    Dan bersabda: "Puasa yang paling utama setelah puasa bulan Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram."(H.R. Tirmizi dan dishohihkan oleh Syeikh Al-Albani).

    Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: "Puasa pada hari Asyura saya mengharapkan kepada Allah supaya bisa menghapus dosa pada tahun yang telah lewat." (H.R.Muslim).

Dari Ibnu Abbas r.a. beliau berkata: "Saya tidak pernah melihat Rasulullah s.aw. mengutamakan berpuasa pada hari tertentu lebih diutamakannya daripada hari yang lain kecuali hari ini (yakni) hari Asyura dan bulan ini yakni, bulan Ramadhan.
(H.R.Bukhari ).

    Pertamanya puasa Asyura ini hukumnya wajib kemudian berubah hukumnya menjadi sunnah ketika puasa bulan Ramadhan diwajibkan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari di kitabnya dari Aisyah r.a beliau berkata:

        "Rasulullah pernah memerintahkan untuk melakukan puasa hari Asyura, tatkala diwajibkan puasa Ramadhan, maka barang siapa yang ingin berpuasa maka dia berpuasa, dan barang siapa yang ingin barbuka maka dia tidak puasa." ( H.R. Bukhari )

Adapun hikmah dari puasa ini, telah diterangkan oleh hadits Ibnu Abbas di kitab Bukhari:

    Ketika Nabi SAW datang ke Madinah maka beliau melihat kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura maka beliau bersabda:

        "Mereka berkata: "Ini adalah hari hari baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa berpuasa pada hari ini,"

        Beliau bersabda: "Sesungguhnya kami lebih berhak dengan Musa daripada kalian, maka beliaupun berpuasa dan menyuruh untuk berpuasa." (H.R. Bukhari).

    Dan Imam Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. baliau berkata: 

        "Tatkala Rasulullah s.a.w. puasa pada hari Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa, para sahabat berkata : "Wahai Rasulullah sesungguhnya hari itu diagungkan oleh Yahudi dan Nashora." Maka beliau bersabda: "Apa bila datang tahun depan insya Allah kita akan puasa pada hari kesembilannya juga."(H.R.Muslim).

    Dalam riwayat Imam Ahmad, lafaznya: "Jika saya masih hidup sampai tahun depan niscaya saya akan puasa pada hari kesembilan." (H.R.Ahmad).

    Begitu juga halnya, perbedaan dengan kaum Yahudi pada hari itu bisa terwujud dengan cara tidak menjadikan hari itu sebagai hari raya dan cuma sebatas melaksanakan puasa dikeranakan kaum Yahudi menjadikan hari itu sebagai hari raya dan mereka namakan hari raya fashah. Yang merupakan hari raya mereka yang terpenting.

    Disyariatkan kepada kita untuk berpuasa satu hari sebelumnya, yaitu berpuasa pada hari kesembilan dan sepuluh. Puasa pada hari kesepuluh saja hukumnya makruh. Para anak-anak pun pada masa Rasulullah s.a.w. ikut berpuasa Asyura, di dalam kitab Bukhari dari Rubai binti Muawiz, dia berkata: "Maka kamipun berpuasa juga dan kami suruh anak-anak kami untuk berpuasa, dan kami buatkan mereka main-mainan dari bulu. Jika salah seorang dari mereka menangis minta makanan kami berikan kepadanya main-mainan itu sampai datang waktu berbuka."

    Syeikh Abdullah Bin Jibrin, semoga Allah menjaga dan memeliharanya berkata: "Adapun apa yang dilakukan oleh orang orang Rafidhoh (Syiah) pada hari ini (hari Asyura) dari perbuatan menyakiti diri, meratap, mencakar-cakar wajah dan merobek-robek baju adalah perbuatan bid'ah yang mungkar yang tidak ada dasarnya dari sunnah.

    Maka sepantasnya melakukan puasa pada hari hari ini (9,10 dan 11) dan mengajak keluarga dan anak-anak untuk berpuasa juga. Kita memohon kepada Allah SWT semoga Dia memberikan taufik kepada kita untuk melakukan perbuatan yang baik dan meninggalkan kemungkaran sesungguhnya Dia yang mengurusinya dan Yang Maha Mampu untuk melakukannya. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam atas Nabi kita Muhammad SAW dan atas keluarganya serta para sahabatnya.

Wallahu'alam.

- Teddy Surya Gunawan
NTUMS

Islamiah | Musafir Ikhlas` | Sastera Melayu