Make your own free website on Tripod.com

Assalammua'laikum Warahmatullahi Wabarakatuh ... Jazakallah

Islamiah

Ramalan Rasulullah Mengenai Dua Jenis Manusia Penghuni Neraka

    Diriwayatkan oleh Imam Muslim didalam kitab Sahihnya, dimana ia berkata; "Telah meriwayatkan kepadaku Zubair bin Harb; telah meriwayatkan kepada kami Jarir dari Suhail, dari ayahnya, dari Abi Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata ; bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

    "Dua jenis orang di antara penghuni neraka yang belum aku lihat, yaitu: sekelompok orang yang membawa cambuk seperti ekor lembu yang mereka gunakan untuk memukuli orang-orang lain dengannuya, dan juga wanita-wanita yang berpakaian akan tetapi (laksana) terbuka; yang menarik perhatian, dan berjalan melenggang, dimana kepala mereka seperti punak unta berleher panjang dan miring, dan mereka itu tidak akan masuk syurga serta tidak akan pernah mencium aromanya, padahal aromanya dapat terjangkau dalam jarak demikian, dan demikian." ( HR.MUSLIM )

Tingkatan hadits:
    Hadits tersebut sahih, sebagaimana ditulis oleh Imam Muslim didalam kitab sahih miliknya.

Kenyataan dari yang diramalkan.
    Telah menjadi kenyataan apa yang diramalkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dimana memang telah muncul di tengah-tengah masyarakat dua jenis manusia seperti tersebut. Yaitu, orang-orang yang di tangannya memegang cemeti yang digunakan untuk memukuli orang lain kerana suatu alasan atau bukan. Mereka itu adalah polisi dan sejenisnya. Jenis kedua ialah wanita-wanita yang berpakaian tapi terbuka, yang berjalan lenggang lenggok untuk menarik perhatian, yang gemar bersolek dan menggoda kaum lelaki.

    Imam An Nawawi Rahimahullah Ta'ala berkata: "Bahawa hadits tersebut termasuk di antara mu'jizat ke Nabian, dan memang telah terbukti apa yang pernah diucapkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dimaksud." Adapun orang-orang yang memegang cemeti, mereka adalah kaki tangan para polisi. Sedangkan yang dimaksudkan dengan wanita-wanita berpakaian akan tetapi terbuka, maka dalam hal ini ada beberapa pengertian tentang itu, di antaranya adalah;

1.    Wanita-wanita yang berpakaian dengan nikmat Allah akan tetapi telanjang dari mensyukurinya.

2.    Wanita-wanita yang berpakaian, akan tetapi kosong dari perbuatan baik, dari perhatian terhadap akhirat dan ketaatan.

3.    Mereka yang membuka sebahagian dari tubuhnya untuk mempertontonkan kecantikan, dan mereka inilah yang berpakaian akan tetapi terbuka.

4.    Mereka yang mengenakan pakaian sangat tipis, hingga terlihat apa yang ada dibaliknya. Dengan kata lain, walaupun mereka berpakaian, akan tetapi sesungguhnya mereka telanjang.

    Adapun maksud dari kata-kata 'mailat mumilat', ada yang mengatakan; yaitu mereka yang menyimpang dari ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, serta dari apa yang harus mereka lakukan untuk menjaga kemaluan mereka dan sebagainya. Dan mumilat adalah memberitahukan kepada orang lain tentang kelakuan mereka. Lalu ada pula mengatakan, bahawa mailat adalah berlenggang lenggok dalam berjalan seraya meiringkan bahu-bahu mereka. Kemudian ada lagi yang mengatakan, bahawa mereka menyisir rambut dengan sisiran yang miring seperti dandanan para pelacur. Selain itu ada juga yang mengatakan, yaitu mereka yang cenderung kepada lelaki dan menarik perhatian mereka dengan menampakkan perhiasan mereka. Adapun ungkapan yang berbunyi; 'kepala mereka seperti punuk unta', ertinya wanita-wanita yang membesarkan kerudung dan tutup kepala mereka, sehingga mirip dengan punuk unta.

    Al Majari berkata; "Boleh juga diertikan, bahawa mereka memandang kepada lelaki, akan tetapi tidak menundukkan pandangan dan kepalanya."

    Imam Al Manawi Rahimahullah Ta'ala berkata; "Bahwa hadits diatas memuat dua jenis manusia yang bakal ditemui. Demikianlah yang terjadi yaitu setelah generasi pertama berakhir, muncullah sekelompok orang yang memegang cemeti. Pada mulanya mereka tidak diperkenankan memukul orang secara sebarangan, dengan tujuan sengaja untuk menyakiti. Dan mereka inilah para kaki tangan komandan polisi yang dikenal dengan algojo.

    Kedua, adalah para wanita yang berpakaian pada lahirnya akan tetapi telanjang pada pengertiannnya, karena mereka memakai pakaian yang tipis sampai terlihat warna kulitnya. Atau mereka yang memakai pakaian perhiasan-perhiasan akan tetapi telanjang dari pakaian taqwa. Atau memakai pakaian nikmat dari Allah, akan tetapi tidak mensyukurinya."

    Lalu al Manawi Rahimahullah Ta'ala berkata lagi: "Ini merupakan bagian dari mu'jizat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Sebab sesungguhnya wanita-wanita zaman sekarang, tidak terkecuali isteri para ulamanya, mereka senantiasa menambah besar kepala mereka seperti serban, dan setiap mereka melakukan itu, hingga mereka diikuti oleh wanita-wanita lain. Dengan kata lain, isteri-isteri ulama tersebut semakin membesar-besarkannya, agar mereka tidak tersaingi kerana keangkuhan dan kesombangan.

 

Wallahu'alam.

Islamiah | Musafir Ikhlas` | Sastera Melayu